November 2011
95 posts
Using only song names from ONE ARTIST, cleverly answer these questions. You can’t use the band I used. Do not repeat a song title. It’s a lot harder than you think! Repost as “My Life According to (BAND NAME)” Will you ACCEPT THE CHALLENGE??
Are you a male or female?
Lady
Describe yourself:
Hero
How do you feel:
Better
Describe where you currently live:
Buildings
If you could go anywhere, where would you go:
Musicbox
Your favorite form of transportation:
Chemo Limo
Your best friend is:
Pavlov’s Daughter
Your favorite color is:
Blue Lips
What’s the weather like:
Sunshine
Favorite time of day:
That Time
If your life was a TV show, what would it be called:
Consequence of Sound
What is life to you:
Us
Your fear:
The Calculation
What is the best advice you have to give:
Apres Moi
If you could change your name, you would change it to:
Samson
Thought for the Day:
On The Radio
How I would like to die:
Lacrimosa
My soul’s present condition:
Fidelity
My Motto:
Rejazz
Alhamdulillah untuk yang membaca postingan saya yang terdahulu, tubuh saya terutama bagian tulang belakang telah mendingan. Saya diterapi oleh dokter ahli syaraf tepi yang bisa mendengar suara tulang loh! Benar-benar Allah menciptakan manusia dengan beberapa kelebihan mencolok. Mama mendaftarkanku pada dokter tersebut atas rekomendasi tante (adik Mama), dokternya lumayan tersohor rupanya, di Purwokerto juga banyak yang berobat pada beliau dan menemukan kesembuhan.
Bila dulu di Jogja saya kelelahan dengan serentet diagnosa, unstable lumbosacral (yang ternyata lebih parah dari itu), infeksi kandung kemih, dan macam-macam lagi, maka pada dokter Bambang ini, dokter spesialis syaraf tepi dan tulang yang berpraktek di Semarang, aku dijelaskan hal-hal yang terjadi pada tulangku hingga umur sembilan belas tahun ini. Yang terjadi padaku, rupanya, kecelakaan atau terpeleset atau sekedar terjatuh saat masih kecil (kemungkinan besar terjadi pada masa balitaku di Merauke), dan tidak ditangani dengan baik, atau malah disepelekan. Bukan hanya ruas pertama dan kedua dari bawah saja yang bermasalah (bengkok, dan menyebabkan sejumlah syaraf terjepit dan terpelintir), tetapi tulang ekorku pun bergeser letak, tulang femur dan betis juga demikian. Ini, tentu saja berakibat kepada susunan syaraf yang terbentuk disana. Dikarenakan hal ini merupakan sebab dari cedera yang telah lama (belasan tahun), maka panjang kaki kanan dan kakiku juga berbeda; kaki kanan lebih panjang dari kaki kiri, hanya saja tidak terlalu signifikan.
Senangnya adalah, aku memiliki kemungkinan untuk tumbuh lebih tinggi!!! HAHAHAHAHAH. Puas sekali aku! Akhirnya bisa lebih tinggi daripada ini :’)
Berbeda dengan obat-obat penyakit musiman macam flu, obat-obatanku membuatku tidur sangat lelap. Sedikit-sedikit ngantuk; yah obat syaraf. Dan obat tulang itu benar-benar mengerikan :’O harus dimakan saat lambungmu masih berisi. Tipe obat-obat kuat.
Kini terapiku telah berakhir sebanyak dua sesi saja! Bisa sih kontrol sekali-kali, tapi tidak dalam waktu dekat ini. Selain itu, aku juga harus mengatur posisi duduk dan berjalanku. Aku juga diharuskan memasang korset pada perut; sekalian sih jaga postur hahahaha.
Apa sih yang dilakukan saat terapi? Tulang kakiku ditarik, punggungku ditekuk lalu ditekan, tulang kakiku ditekan dan diputar, tulang punggungku ditekan…..tidak semenyakitkan yang aku pikir. Rasanya malah enak, seperti dipijat.
Adalah salah ketika ada orang mengatai tubuhku lemah. Weee! Alhamdulillah loh hingga umur sembilan belas tahun ini aku masih bisa berjalan, walaupun susah. Kedua kakiku masih normal, dan jalan tidak terpincang-pincang. Dan hanya sebatas itu-itu saja keluhanku, saya kagum padamu tulang :’) Tulangku hanya terdiri dari kalsium, dan kusyukuri masih menjaga tegap badan daging yang dialiri darah ini. Bagaimana bila tidak? Ini merupakan berkat paksaan para ibu kepada anaknya untuk meminum susu setiap hari, agar terhindar dari pengeroposan tulang dini. Juga berkat omelan para ibu terhadap anaknya untuk selalu berlari, berjalan kaki, dan berolahraga. Alhamdulillah ibuku doyan memaksa dan mengomel. Dan juga berdoa memohon kesembuhan untuk putrinya.
Dulu juga aku sempat membaca sebuah cerita non-fiksi, judulnya Waktu Aku sama Mika. Cerita itu berkisah tentang seorang cewek yang mengalami skoliosis pada tulang belakangnya, mengenakan korset gips mungkin, atau penegak tubuh semacam itu, dan tidak bisa berlari :””) Suatu ketika pacarnya, Mika, pengidap AIDS (ODHA), menggendongnya sementara Mika berlari. Hari itu, cewek itu merasakan bagaimana nikmatnya berlari, walaupun digendong. Bila melihat situasi seperti ini, saya bersyukur pada masa-masa sekolah, dari sekolah dasar hingga sekolah menengah akhir, saya sering berlari, bermain kasti bersama teman-teman, berenang bersama adik, bermain tenis bersama ayah, senam kayang dan sikap lilin saat mata pelajaran olahraga……dengan kondisi tulang yang belum kuketahui telah meleot, dengan tulang yang tidak serupa dengan milikmu, milik adikmu, milik teman-temanmu, atau milik ayahmu. Saat ini aku belum diperbolehkan berlari, tapi setidaknya aku bersyukur telah berlari, telah berjalan, walaupun bila ada kesempatan lagi, jelas aku akan mengulanginya lagi :D
Nantikan Afina yang tambah tinggi di episode berikut!
Salam.