October 2011
71 posts
- Seorang Teman (ST): Eh mantan kamu udah punya cewek baru deh, dari tadi isi tweetnya mentionan mulu sama cewek.
- A: Oh.
- ST: Oh? Hahahah cemburu?
- A: Ngga, aku mah cukup tau aja, tabiatnya kan ya emang pamer. Berarti sifat dia masih sama aja kayak dulu; ngga berubah. Alhamdulillah udah ngga sama dia lagi. Ngga kaget juga sih, ya emang dia tukang pamer. HAHHHAHHA
Adalah sebuah penemuan luar biasa di Prancis pada tahun 1827 ketika Louis Braille menyempurnakan night writing milik seorang prajurit bernama Charles Barbier. Night Writing adalah suatu sistem kode yang memudahkan para tentara untuk membaca di kegelapan, dengan menggunakan kombinasi dua belas titik. Yang dilakukan oleh Braille setelahnya adalah mempermudahnya menjadi enam titik saja, kemudian dibukukan, dan setelah mengalami banyak penentangan, sistem tulisan Braille menjadi “lentera” bagi semua penyandang tuna netra ketika membaca. Huruf Braille adalah huruf dengan sistem tulisan sentuh agar tuna netra dapat meraba, merasa, dan pada akhirnya membaca.
Untuk menghormati Braille, sebuah monumen besar dibangun untuknya pada tahun 1867. Aneh dan ironis, nama Braille bahkan tidak tercantum di buku 100 tokoh yang berpengaruh dalam sejarah, atau hanya sebagai kandidat. Bila Ts’ai Lun sang penemu kertas dan Guttenberg penemu mesin press tercantum pada daftar berisikan 100 orang berpengaruh, mengapa Braille tidak? Braille jelas berpengaruh dalam sejarah umat manusia, menggarisbawahi sebuah pernyataan bahwa semua manusia bisa membaca bila ingin. Sistem penulisan Braille pun tidak hanya digunakan oleh tuna netra, namun juga mereka yang memiliki mata tua atau minus yang berlebih. Louis Braille, pada tahun 1827, berhasil mematahkan fakta dan pendapat umum bahwa orang buta tidak bisa membaca.
Aku ingin siapapun yang membaca tulisanku ini mengingat sudah ke yang berapa kalinya kah mereka berulang tahun. Tujuh belas? Delapan belas? Aku ingin mereka menyentuh kulit mereka, adakah hal yang berbeda? Bekas cacar air pada pipimu? Bekas imunisasi pada pangkal lenganmu? Pada kulit kakimu; adakah luka bakar bekas knalpot? Pada kulit sikumu; adakah coretan besar bekas terjatuh dari sepeda? Aku ingin membawa kalian ke masa yang lampau; sebelum coretan besar muncul di sikumu. Sedang apakah kamu? Bermain sepeda, bersenda gurau dengan adik lelakimu, sepuluh tahun yang lalu. Ketika kamu terjatuh, menangiskah kamu? Khawatirkah adikmu? Bagaimana reaksi ibumu saat kau pulang ke rumah dengan menangis, adikmu mengayuh sepeda sembari menuntun sepedamu? Luka fisik, luka kulit, adalah salah satu bukti otentik bahwa kita pernah merasa kita dapat berbuat apa saja. Kita merasa kita bisa berlari semaunya, hingga terjatuh lalu lutut berdarah. Kita merasa kita bisa memotong daging seahli ibu, hingga ibu jari teriris pisau. Andai kata luka tidak ada, kita pasti bisa berbuat apa saja. Tapi sebetulnya bukan itu yang ingin kubahas. Aku ingin membahas bekas luka yang telah kau dapatkan. Percuma membahas luka hati, karena hanya akan membuat kita menjadi lebih sedih. Aku ingin kalian memperhatikan bekas-bekas luka di kulit kalian. Sentuhlah mereka. Paksa otakmu untuk mengingat; luka bekas apakah ini? Apa yang kemudian kupelajari?
Apakah karena luka di lutut kamu dapatkan setelah berlari, kamu tidak berlari lagi? Apakah karena jari telunjukmu tergores silet, kamu tidak pernah lagi memegang silet? Aku rasa tidak. Luka-luka pada kulit kalian menunjukkan betapa tangguh kalian sesungguhnya; kalian kuat untuk bertahan, untuk tetap berlari, kalian hebat karena kalian pernah bermimpi untuk bisa, untuk tetap melakukan hal-hal beresiko lainnya yang menghasilkan luka-luka yang baru.
Ada saatnya nanti, ketika kalian menua, kalian akan menjadi buku berjalan. Buku berjalan dengan sistem tulisan Braille. Kulit mukamu mengendur berkerut; kolagennya menipis, bekas jahitan pada kakimu, pada telapak tanganmu terdapat berbagai macam goresan, pada perutmu terdapat banyak tanda kehidupan…. Ada begitu banyak yang bisa dirasakan saat disentuh.
Bercerminlah. Sentuh braille yang tertera di dahimu, dan rasakan, apakah aku belajar banyak setelah terjatuh? Dan braille di kakimu, braille di jarimu, dan braille-braille lainnya…. Suatu ketika nanti kita hanyalah buku Braille berjalan. Aku tahu, tidak semua orang memahami braille-mu. Braille mu ada karena sebuah alasan, dan kamu cukup tangguh untuk melampaui alasan-alasan apapun yang menyebabkan luka-luka di kulitmu. Suatu hari nanti, saat kalian lebih ahli, akan kalian lihat setelah kalian rasakan; Braille-braille tersebut berbunyi, “Aku sanggup dan Aku kuat.”
Louis Braille, tidak hanya menerangi penglihatan tuna netra, tetapi juga dengan cara yang lain, berhasil menyadarkan makna sentuhan pada seluruh umat manusia. So what’s written in Braille upon your skin? I do hope one day you can explain the meaning of your Braille to people who are curious enough to ask. Tell your story; that’s your job; because people need explanation.
Regina Spektor - Buildings. As for me, this is a song about MARRIAGE, COMMITMENT, HOPE, UNCONDITIONAL LOVE, and mostly; TIME. Best quote; “Time is not given and time is not taken. It just sifts through its sift.”